03 July 2026

Banyak Orang Tua Keluhkan Anak 'Bau Matahari' Saat Liburan Sekolah, Studi Ungkap Manfaat di Baliknya

Jakarta, 29 Juni 2026 - Liburan sekolah identik dengan waktu bermain yang lebih panjang bagi anak. Momen liburan dapat dimanfaatkan oleh anak agar lebih banyak waktu untuk bermain di luar rumah, berolahraga, dan melakukan berbagai aktivitas fisik bersama teman maupun keluarga. Namun, di tengah semangat anak menikmati masa liburan, banyak orang tua justru menghadapi kekhawatiran yang cukup umum, yakni anak menjadi lebih sering berkeringat dan mengalami apa yang dikenal sebagai "bau matahari".

Bau matahari menjadi dilema tersendiri bagi orang tua di musim liburan sekolah biasanya. Tidak sedikit orang tua yang menganggap kondisi tersebut sebagai tanda anak kurang bersih atau kurang terawat. Bahkan, sebagian memilih membatasi aktivitas luar ruangan agar anak tidak terlalu berkeringat atau pulang dalam kondisi kotor. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kondisi tersebut merupakan konsekuensi alami dari aktivitas fisik yang justru dibutuhkan anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.

Menurut rekomendasi dari World Health Organization, anak usia 5–17 tahun disarankan melakukan setidaknya 60 menit aktivitas fisik setiap hari. Aktivitas fisik terbukti membantu meningkatkan kesehatan jantung, kekuatan otot dan tulang, kualitas tidur, serta mendukung kesehatan mental dan emosional anak. Meski demikian, laporan WHO juga menunjukkan bahwa sebagian besar anak dan remaja di dunia masih belum memenuhi tingkat aktivitas fisik yang direkomendasikan. Kondisi ini menjadi perhatian karena gaya hidup yang semakin sedentari dan tingginya penggunaan perangkat digital membuat anak semakin jarang bergerak aktif.

Di tengah kondisi tersebut, masa liburan sekolah menjadi momentum penting bagi anak untuk kembali bermain, bereksplorasi, dan menikmati aktivitas fisik yang sering kali terbatas selama masa belajar.

Penelitian yang dipublikasikan dalam The Lancet Child & Adolescent Health menunjukkan bahwa anak yang aktif bergerak memiliki kesehatan fisik dan psikologis yang lebih baik dibandingkan dengan anak yang kurang aktif. Aktivitas fisik juga berhubungan dengan peningkatan kemampuan sosial, pengelolaan emosi, serta kualitas hidup anak secara keseluruhan.

Keringat yang muncul setelah bermain merupakan respons alami tubuh untuk menjaga suhu tetap stabil. Sementara itu, aroma yang sering disebut sebagai "bau matahari" umumnya muncul akibat kombinasi antara keringat, paparan sinar matahari, debu, serta aktivitas fisik yang dilakukan anak selama berada di luar ruangan. Dengan kata lain, bau matahari bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti. Selama anak tetap sehat dan menjaga kebersihan diri setelah beraktivitas, kondisi tersebut justru dapat menjadi tanda bahwa mereka sedang aktif bergerak dan memperoleh manfaat penting bagi tumbuh kembangnya.

Psikolog dan pemerhati anak menilai bahwa masa kecil merupakan periode penting bagi anak untuk belajar melalui pengalaman langsung. Bermain aktif membantu anak mengembangkan kemampuan motorik, membangun kepercayaan diri, belajar berinteraksi dengan lingkungan sekitar, serta menciptakan berbagai pengalaman positif yang mendukung perkembangan mereka di masa depan.

Karena itu, daripada terlalu fokus pada keringat atau bau matahari, orang tua dapat melihat liburan sekolah sebagai kesempatan bagi anak untuk lebih banyak bergerak, bermain, dan menikmati masa kecilnya. Sebab di balik tubuh yang berkeringat dan aroma khas setelah bermain, terdapat proses tumbuh kembang yang sedang berlangsung setiap hari.

test

Customer Care

Senin - Jumat
Jam 08.00 - 17.00 WIB

Bebas Pulsa

0800-100-5466

Pulsa Bayar

021-8082-1166

© 2024 PT Kino Indonesia, Tbk. All Rights Reserved

|

Syarat dan Ketentuan

Kebijakan Privasi