
10 March 2026
Kue nastar adalah salah satu hidangan tradisional paling populer dan wajib hadir di meja tamu, saat perayaan hari besar di Indonesia. Dari Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran, Natal, hingga Tahun Baru Imlek, kue satu ini selalu menjadi hidangan pilihan untuk menjamu tamu.
Nama "Nastar" sebenarnya berasal dari bahasa Belanda, yaitu “ananas taartjes” yang berarti kue nanas. Kue berukuran mungil ini memiliki tekstur lembut dan lumer di mulut, mirip dengan butter cookie, yang berpadu sempurna dengan isian selai nanas.
Tahukah Anda bahwa nastar menyimpan rekam jejak sejarah yang cukup panjang? Kue legit ini sejatinya berakar dari budaya kuliner Belanda yang singgah ke Nusantara pada masa kolonial.
Pada mulanya, resep asli nastar di negeri kincir angin sebenarnya sama sekali tidak menggunakan nanas, tetapi apel atau blueberry. Tetapi karena buah-buahan iklim subtropis tersebut masih langka di Indonesia kala itu, sehingga terjadilah akulturasi kuliner.
Masyarakat menggantinya dengan selai nanas karena buah ini lebih umum ditemukan. Hasilnya sebuah paduan rasa manis dan asam, yang justru memiliki rasa khas dan menggoda lidah.
Pada masa penjajahan, menikmati sepotong nastar merupakan sebuah kemewahan. Kue kering bergaya Eropa ini sangat eksklusif dan lebih sering hanya tersaji di meja makan keluarga-keluarga Belanda, kaum priyayi, serta para bangsawan kaya.
Kaum elit Belanda kala itu memiliki tradisi saling mengirim bingkisan, kini populer disebut hampers, saat hari raya ternyata bukanlah tren baru. Kebiasaan ini sudah mengakar sejak zaman kolonial, bangsawan Belanda kerap menjadikan nastar sebagai hantaran istimewa untuk kerabat mereka saat perayaan Natal.
Seiring berjalannya waktu, masyarakat Indonesia perlahan mengadopsi tradisi manis ini dan meleburnya ke dalam budaya lokal. Nastar yang dulunya merupakan kudapan mewah nan eksklusif, kini bertransformasi menjadi ‘bintang utama’ bingkisan Lebaran. Tak heran jika saat ini, toples-toples berisi nastar hampir dipastikan selalu menjadi suguhan wajib di setiap rumah saat momen Idul Fitri tiba.
Kue nastar juga memiliki nilai filosofis yang mendalam terkait perayaan Imlek. Dalam bahasa Hokkien, nanas disebut "ong lain" yang berarti "pir emas". Buah ini melambangkan kemakmuran, rezeki, dan keberuntungan.
Warna keemasan dan rasa manisnya merepresentasikan kelimpahan, sehingga diyakini semakin banyak isian nanasnya, semakin banyak pula rezeki yang akan didapat.

Saat hari raya, umumnya kita akan lahap menikmati kue nastar yang tersaji di meja. Anda tetap harus bijak dalam mengkonsumsi kue ini. Mengutip data dari Fatsecret, berikut adalah perkiraan kandungan gizi dalam 140 gram kue nastar:
Kalori: 522,2 kkal
Karbohidrat: 88,7 gram (68%)
Lemak: 15 gram (26%)
Protein: 7,83 gram (6%)
Catatan Penting: Karena ukurannya yang kecil dan rasanya yang enak, kita sering kali tidak sadar saat memakannya dalam jumlah banyak. Perlu diingat, mengonsumsi 140 gram ini setara 20 buah kue nastar.
Jumlah tersebut setara dengan seperempat dari total kebutuhan kalori harian rata-rata orang dewasa (sekitar 2.000 - 3.000 kalori tergantung aktivitas).
Oleh karena itu, nikmatilah kue nastar secukupnya. Dengan porsi yang tepat, Anda tidak hanya bisa merayakan momen kebersamaan dengan bahagia, tetapi juga bisa mendapatkan manfaat baiknya tanpa khawatir berat badan melonjak!
Membuat nastar yang enak dengan isian selai nanas yang pas tentu membutuhkan waktu dan tenaga. Namun, bagi Anda yang ingin bernostalgia dengan kelezatan nastar klasik tanpa repot membuatnya di dapur, bisa menikmatinya melalui Kino Nastar.
Kino menghadirkan produk kue nastar ala rumahan yang menawarkan pengalaman rasa premium, persis dengan cita rasa bak buatan Ibu di rumah. Tidak hanya mengandalkan rasa yang otentik, Kino Nastar juga dikemas secara modern dalam toples yang praktis dan terjamin kehigienisannya, sehingga sangat cocok untuk dijadikan stok camilan keluarga maupun bingkisan hari raya.
Untuk memanjakan lidah Anda, Kino Nastar hadir dengan pilihan varian rasa nanas yang menyegarkan, serta cokelat manis yang dapat dinikmati seluruh anggota keluarga. Kino Nastar umumnya dijual dalam kemasan toples seberat 140 gram. Satu toples berisi 20 kue nastar, yang berarti berat per kepingnya sekitar 7 gram.
Kamu bisa membeli Kino Nastar atau produk perawatan tubuh Kino lainnya di minimarket terdekat atau lewat KINO Official Store di Shopee, Tiktok Shop dan Tokopedia.
Other Blog
Customer Care
Senin - Jumat
Jam 08.00 - 17.00 WIB
Bebas Pulsa
0800-100-5466
Pulsa Bayar
021-8082-1166
0811-1311-0900